Tak Gentar Hadapi babi dan Monyet demi OSK PDF Print E-mail
Written by Komikuark Admin   
Wednesday, 22 February 2012 11:12

Share

Pagi itu, dua bocah dari SD di pedalaman Majene, Sulawesi Barat, yaitu SD N 33 Buttu Tala terlihat telah bersiap-siap untuk pergi  mengikuti lomba. Walaupun sebenarnya ujian dimulai pukul 09.30 WITA, dari pagi-pagi mereka sudah siap untuk berangkat ke tempat lokasi. Mereka terlihat begitu bersemangat. Pukul 06.00 WITA mereka telah siap.  Di lehernya, tergantung kartu tanda peserta yang bertuliskan Olimpiade Sains Kuark dan nama mereka, Edi dan Ramli. Wajah semangat dan antusias terukir jelas di raut mereka.

Ternyata bukan hanya aura semangat yang tampak di wajah polos mereka. Ada nada kecemasan yang juga menyelinap di paras mereka pagi itu. Tukang ojek yang akan mengantar mereka ke tempat penyelenggaraan OSK belum kunjung datang. Rumah dua peserta Babak Penyisihan OSK 2012 itu dan sekolahnya memang letakknya di atas bukit. Jalan yang terjal dan masih tanah liat karena belum diaspal membuat mereka harus naik ojek ke lokasi lomba dengan menempuh jarak 6 km. Sayangnya, dini hari hujan deras mengguyur desa mereka. Tukang ojek pun tampaknya enggan dan tak berani untuk datang ke desa mereka karena jalan yang amat licin.

Hal ini disadari oleh mereka. Dua anak ini lantas tidak berputus asa. Semangatnya untuk mengikuti lomba membuat mereka mencari alternatif lain. Mereka berdua akhirnya memberanikan diri untuk turun gunung melewati jalan setapak dengan berjalan kaki menyusuri hutan-hutan. Mereka memilih jalan setapak dan bukan jalan motor karena jarak tempuhnya yang lebih dekat. Dengan melewati jalan setapak, mereka bisa sampai di lokasi penyelenggaraan dengan menempuh jarak sekitar 3 km lebih.

Masalah mereka lantas tak berhenti sampai di sana. Kecemasan lain kini mulai menghantui mereka berdua. Berada di tengah-tengah hutan dengan langgit yang masih gelap pagi itu karena  tertutup awan hitam membuat mereka khawatir. Mereka cemas jika perjalanan mereka dihadang oleh babi atau dikeroyok sekumpulan monyet liar.  Namun semangat mereka yang tinggi untuk bisa ikut ujian OSK mengalahkan segala ketakutan tersebut. Mereka tak gentar jika ada babi dan monyet menyerang mereka di tengah jalan.

Kemudian, dengan hati-hati mereka menuruni jalan-jalan setapak yang sangat licin dan masih basah akibat sisa-sisa hujan semalam. Akhirnya, setelah 45 menit mereka berjalan, sampailah mereka di lokasi penyelenggaraan OSK di kecamatan mereka, yaitu di SD Inti dekat Kecamatan Malunda, Sulawesi Barat.  

“Mau menang biar ke Jakarta. Mau jadi orang pintar di sana dan lihat kampung-kampung bagus.”

Begitulah cita-cita Edi hingga ia mengalahkan berbagai ketakutannya tersebut. Semangatnya yang tinggi untuk ikut OSK agar bisa ke Jakarta membuatnya pantang menyerah. Dari cerita di atas dapat terlihat bahwa Edi sebenarnya telah “menang” sebelum ia mengerjakan soal OSK. Ia menang untuk mengatasi segala masalah yang menimpa dirinya menit-menit sebelum ujian OSK. Ia menang menghadapi ketakutan dan kecemasan di dalam dirinya. Ia juga menang dalam belajar memperjuangkan sesuatu. Memperjuangkan apa yang dicita-citakannya.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 11:36