| Babak Final Olimpiade Sains Kuark 2012 |
|
|
|
| Written by Komikuark Admin | ||
| Monday, 02 July 2012 14:01 | ||
Membangun Negeri dengan Berani BermimpiOlimpiade Sains Kuark 2012 kini akan memasuki babak final. Terpilih 303 finalis yang berasal dari 29 propinsi dan 111 kabupaten kota di Indonesia. Mereka akan berkompetisi di Prasetiya Mulya Business School, Jakarta pada 30 Juni 2012. Para finalis merupakan anak-anak bangsa yang luar biasa. Mereka mempunyai keberanian untuk meraih mimpi dan penuh cita-cita. Perjuangan untuk dapat lolos ke babak final tidaklah mudah. Namun, dengan semangat dan kerja keras, mereka berhasil menyisihkan 86.000 peserta lainnya. Tidak hanya anak-anak dari kota-kota besar yang masuk ke babak final. Beberapa peserta dari daerah-daerah pelosok pun berhasil lolos ke babak tersebut. Seperti finalis yang berasal dari Nias, Paser, Nusa Tenggara Barat, hingga Halmahera Selatan. Meskipun minim akses dan fasilitas, mereka dapat membuktikan bahwa mereka pun berani untuk unjuk prestasi dan bermimpi. “Senaaang rasanyaa..! Aku pengen ke Jawa mau naik pesawat dan lihat orang pintar-pintar. Aku kan cita-citanya mau jadi dokter.” Begitulah ungkapan polos yang ditunjukkan Aisyah Nur Andhita. Gadis cilik ini begitu bahagia karena lolos ke babak final. Olimpiade Sains Kuark berhasil membuatnya untuk berani bermimpi besar. Ia pun kemudian bersemangat dan bekerja keras untuk meraih mimpinya. Kemauan yang kuat ini akhirnya berhasil mengantarkan ia untuk meraih impiannya, yaitu naik pesawat dan menginjak Pulau Jawa. Aisyah merupakan siswa kelas dua dari SD 015 Tanah Grogot, Sungai Tuak, Paser. Orang tuanya bekerja sebagai buruh kayu di kota Paser. Tinggal di sebuah desa terpencil dengan fasilitas terbatas tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk berprestasi dan meraih mimpi. Gurunya, Fransisca Andana Okasanawati, Pengajar Muda Angkatan ke-3 Indonesia Mengajar dari Kabupaten Paser, juga tak henti-henti memotivasi. Senada dengan Aisyah, Alexander Farrel, siswa kelas V dari Klaten ini juga memiliki semangat yang tak kalah hebatnya. Keterbatasan penglihatan tak membuatnya patah semangat. Meskipun kedua matanya sudah tidak dapat melihat karena harus diangkat akibat kanker mata yang dideritanya ketika usia 5 tahun, ia berani untuk ikut bersaing bersama peserta lainnya demi mewujudkan mimpinya. Ia tidak takut bermimpi, bahkan ia mempunyai mimpi yang besar dan mulia. Ia mempunyai cita-cita menjadi ilmuwan. Ia berharap, dengan mengikuti Olimpiade Sains Kuark, cita-citanya tersebut dapat terwujudkan. “Aku mau buktiin. Aku gak bisa lihat, tapi aku semangat. Aku mau jadi ilmuwan supaya bisa nemuin penemuan-penemuan baru biar Indonesia bisa jadi maju,” ujarnya. Begitulah semangat dan mimpi-mimpi besar yang ditunjukkan para finalis. Keterbatasan tampaknya bukanlah menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih apa yang diimpikannya. “Anak-anak ini mempunyai semangat yang luar biasa. Mereka juga mempunyai mimpi-mimpi yang tinggi. Mimpi-mimpi yang dirangkai untuk membangun bangsanya. Ada yang bercita-cita menjadi ilmuwan, hingga dokter anestesi. Mereka tidak takut untuk meraih mimpinya. Mereka berani memperjuangkan mimpinya dengan datang berkompetisi, mengikuti Olimpiade Sains Kuark. Kita sebaiknya dapat memfasilitasi semangat mereka tersebut,” ungkap Sanny Djohan, Direktur PT Kuark Internasional. Memasuki tahun ke-6 penyelenggaraan Olimpiade Sains Kuark, terhitung sudah lebih dari 330.000 siswa yang pernah mengikutinya. Ada 1.800 peserta di antaranya yang mampu memasuki babak final. Anak-anak ini bukan hanya mempunyai mimpi-mimpi besar demi membangun negerinya, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat terhadap dunia sains. Hal ini tentunya menjadi sebuah investasi bagi mereka untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi permasalahan pada masa mendatang yang begitu kompleks. Penguasaan konsep sains yang baik dapat membantu anak untuk memecahkan masalah dengan menggunakan logika. Mereka terlatih untuk menganalisis dan berpikir kritis sehingga penyelesaian masalah tersebut dapat dihasilkan keputusan yang terbaik. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah investasi mempersiapkan diri untuk meraih prestasi di masa depan. Itu sebabnya pendidikan menjadi fokus perhatian kami. Apa yang dijalankan Kuark melalui OSK adalah sesuatu yang sangat berguna. Kegiatan ini memberi kesempatan dan manfaat yang besar bagi masyarakat luas. Bukan hanya bagi pelajar, tetapi juga bagi komunitas pendidikan, termasuk guru dan orang tua. Oleh karena itu, Brands ingin berkontribusi untuk membangun negeri melalui Olimpiade Sains Kuark. Partisipasi ini merupakan bentuk komitmen Brands dalam upaya menyiapkan generasi muda cerdas yang siap meraih prestasi dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat melalui pendidikan,” ujar Indra Laban, General Manager PT Cerebos Indonesia. Membangun bangsa menjadi bangsa yang maju memang tidak mudah. Namun itu bukanlah yang mustahil untuk diraih. Majunya negeri akan terjadi salah satunya apabila anak-anak negeri ini berani memiliki mimpi besar. Namun, tentu mimpi besar terebut akan berarti bila diwujudkan. Ajang Olimpiade Sains Kuark telah menunjukkan bahwa anak-anak negeri mempunyai semangat dan berani bermimpi. Tampaknya ini dapat menjadi sebuah angin optimis terhadap kemajuan bangsa. Namun, tentu semangat dan mimpi mereka harus kita bantu untuk mewujudkannya bersama. Oleh karena itu, kepedulian berbagai pihak tentu diperlukan. Mari bersama membantu mereka, mencoba peduli untuk membangun negeri kita tercinta, Indonesia. Bangkitkan semangat mereka dalam mewujudkan mimpi besar itu. Kelak mimpi-mimpi anak-anak negeri tersebut akan terwujud satu demi satu. Ayo, bangkitkan optimisme untuk membangun Indonesia dengan mimpi dan ilmu. Untuk keterangan lebih lanjut: Sekretariat Panitia OSK 2011 Perkantoran Permata Hijau Blok D11-12Jakarta 12210 Telp. 021-530-2060, 530-2061 Fax. 021-536-2049 www.komikuark.net |





