|
Pendidikan merupakan sebuah pondasi utama bagi suatu bangsa. Mustahil suatu bangsa bisa menjadi bangsa yang maju apabila tidak memberi perhatian yang besar terhadap pendidikan. Kepedulian terhadap dunia pendidikan tentunya akan memberikan sebuah angin segar bagi bangsa untuk menjadi bangsa yang besar.
Tampaknya kepedulian ini perlahan mulai tumbuh di bangsa kita. Sebagai salah satu bukti kepedulian terhadap dunia pendidikan tersebut yaitu keterlibatan seluruh provinsi di Indonesia dalam ajang Olimpiade Sains Kuark (OSK). Bukan hanya itu saja, seluruh provinsi di Indonesia ini ternyata mampu unjuk gigi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil babak penyisihan OSK 2012 yang memperlihatkan bahwa 33 propinsi di Indonesia mampu mengirimkan wakilnya ke babak semifinal. Hal ini tentu merupakan angin segar bagi dunia pendidikan Indonesia.
Ajang Olimpiade Sains Kuark memang bukanlah sebuah kompetisi belaka. Ajang ini dibuat sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dalam dunia pendidikan, khususnya sains. Kini, OSK akan memasuki babak semifinal. Terjaring 27.156 peserta yang akan berkompetisi kembali untuk bisa lolos ke babak semifinal. Para peserta tersebut berasal dari 195 kabupaten kota yang tersebar di 33 propinsi di Indonesia. Mereka akan berkompetisi serentak pada 28 April 2012 di masing-masing kota.
“Seneng rasanya lolos. Soalnya susah, tapi ada yang gampang. Tapi aku mau belajar terus sama Pak guru Daniel biar bisa ngerjain soal nanti. Aku harus menang. Aku mau ke Jakarta soalnya mau lihat kampung-kampung yang bagus.”
Begitulah ungkapan polos dari Eli Wiranti, siswa SD Kelas VI Indraloka II 04 Tulang Bawang Barat, Lampung. Ia merasa senang mendapat kesempatan untuk mengikuti babak semifinal OSK 2012. Ia mengaku optimis untuk dapat mengerjakan soal di babak semifinal. Impiannya untuk bisa menginjak kota Jakarta membuatnya semakin giat untuk mempersiapkan diri menghadapi babak semifinal OSK.
Tampaknya OSK memberikan sebuah dorongan semangat untuk anak berani bermimpi dan berprestasi. Tidak hanya itu, OSK juga memberikan kepercayaan diri yang besar bahwa siapapun yang bersungguh-sungguh dan bekerja keras, pasti akan berhasil. Keberhasilan OSK untuk menumbuhkan kepercayaan diri ini bukan hanya bagi peserta yang mengikuti OSK, tetapi juga komunitas yang bersinggungan dengannya. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari ungkapan Norhayati, seorang petani dari Tanah Grogot, Paser, yang juga merupakan nenek dari Aisyah, peserta babak semifinal OSK 2012.
“Gak habis pikir Aisyah bisa lolos ya. Akhirnya anak Sungai Tuak desa pinggiran bisa ikut lomba. Jadi bangga. Anak sekecil ini bisa bawa nama sekolah dan buat bangga sekolahnya. Meskipun sekolahnya ngga bagus, tapi bisa berprestasi juga.”
Hal ini senada dengan ungkapan Widodo, guru kelas V SD Negeri 04 Indraloka II, Tulang Bawang Barat. Ia merasa bahwa OSK memberikan manfaat positif bagi peserta, orangtua, maupun sosoknya sendiri sebagai seorang guru.
“Saya merasa bangga dengan siswa saya yang lolos ke semifinal. Melalui OSK ini anak jadi lebih terbuka wawasannya, lebih terpacu untuk belajar, dan terlatih untuk punya jiwa kompetisi yang sportif. OSK juga membuat orangtua siswa bangga. Bagi para orangtua, OSK itu kompetensi yang bergengsi. Jadi mereka yang anaknya tahun ini nggak ikut, harapannya di tahun depan bisa ikut. Untuk saya sendiri, setelah melihat soal-soal OSK, saya merasa bahwa masih banyak hal yang tidak saya ketahui. Ini justru memotivasi saya untuk terus belajar. Majalah Kuark memberikan saya banyak inspirasi untuk mengajar. Tambah lagi ada panduan SKKD-nya. Saya jadi terbantu untuk memecah SKKD menjadi indikator. Banyak juga praktik yang bisa saya ikuti. Anak-anak jadi merasa cara mengajar saya jadi lebih aktif.”
Keberadaan OSK yang tidak hanya bermanfaat bagi pesertanya, tetapi juga komunitas yang bersinggungan dengannya juga dirasakan oleh Maisya Farhati. Ia merupakan Pengajar Muda daerah penempatan Pulau Bawean angkatan kedua Indonesia mengajar. Ia merasa bahwa lolosnya beberapa muridnya ke babak semifinal dapat memberikan kepercayaan diri bagi daerahnya. Walaupun di daerah yang terpencil, anak-anak mereka tetap dapat berprestasi.
“Senang dan bangga ada siswa-siswa yang lolos ke babak semifinal OSK. Apalagi ini pengalaman mereka ikut lomba di bidang akademik dan tingkatnya nasional. Siswa lainnya jadi ikut termotivasi untuk lebih tekun belajar. Masyarakat dan stakeholder pendidikan di Bawean pun kemudian menyadari bahwa anak-anak di sekolah terpencil dengan fasilitas minim juga berprestasi. Ini membuktikan bahwa dengan doa dan kesungguhan tidak ada yang tidak mungkin dicapai.”
OSK ternyata dapat membangkitkan semangat komunitas yang bersinggungan dengannya. Para guru, kepala sekolah, orangtua, dan stake holder pendidikan lainnya menjadi terbangun kepercayaan dirinya bahwa anak-anak mereka bisa berprestasi. Anak-anak pun dapat berani bermimpi dan mengaktualisasi dirinya sendiri. Hal ini senada dengan pendapat Jacinta Rini, seorang psikolog Indonesia.
“Ajang OSK mendorong anak-anak untuk berani bermimpi dan sekaligus memberi sarana untuk mewujudkan impian mereka. Dari kaca mata psikologi, apa yang dilakukan Kuark lewat OSK akan punya impact jangka panjang. Dengan mengikuti OSK, anak-anak diajak untuk membuat platfrom baru. Jika selama ini masih terlalu rendah, di OSK mereka dipacu untuk memperkokoh platform yang ada supaya tidak rapuh. Bisa bermimpi tapi tidak punya pijakan yang jelas ibarat mau lari tapi tidak punya tempat berpijak. Nah OSK sangat membantu anak-anak dalam membangun pijakan yang baru dan solid dalam hal berpikir dan berpengetahuan (berteori, berpikir analitis, dan kreatif). Anak-anak yang pijakannya belum ada dibangunkan lewat OSK.”
Bukan hanya itu, Jacinta Rini juga menambahkan bahwa OSK juga dapat membangun komunitas untuk peduli terhadap pendidikan. Anak-anak yang ikut OSK saling menceritakan pengalaman mereka ber-OSK kepada teman-teman lain. Hal ini tentu menularkan semangat belajar dan berkompetisi pada teman-teman mereka. Selain itu, orangtua para peserta pun tentu ikut ambil bagian dalam proses ini. Hal ini tentunya melahirkan kepedulian yang besar pada masyarakat terhadap dunia pendidikan.
“OSK parents akan jadi benchmark buat para orangtua lain yang belum mengikutsertakan anak-anaknya di OSK. Mereka akan belajar dari para orangtua peserta OSK bagaimana mereka membuat anak-anaknya belajar dan mencintai sains. Inilah bibit-bibit komunitas intelektual sesungguhnya.”
Untuk memajukan suatu bangsa, perlu terlebih dahulu memajukan kualitas pendidikannya. Keberadaan OSK tampaknya dapat menjadi sebuah cara untuk meningkatkan kualitas tersebut dilihat dari dampaknya yang cukup besar bagi komunitas pendidikan. Keterlibatan dalam OSK tentu merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap pendidikan bangsa.
Keberanian 195 kabupaten kota dari 33 Propinsi di Indonesia unjuk gigi untuk berprestasi merupakan salah satu hasil dari kepedulian masyarakat terhadap pendidikan di Indonesia. Namun, masih perlu banyak kepedulian dari berbagai pihak lain untuk ikut bersama-sama menyingsingkan lengan demi kemajuan bangsa tercinta. Oleh karena itu, mari kita peduli dengan pendidikan anak bangsa. Salah satu caranya dengan ikut terlibat menyukseskan OSK!
Untuk keterangan lebih lanjut: Sekretariat Panitia OSK 2011 Perkantoran Permata Hijau Blok D11-12Jakarta 12210 Telp. 021-530-2060, 530-2061 Fax. 021-536-2049 www.komikuark.net
|