|
Written by Komikuark Admin
|
|
Wednesday, 22 February 2012 13:46 |
|
Pagi itu, 18 Februari 2012 merupakan hari istimewa bagi seorang guru SDN 1 Cisarap. Ia bangun pagi-pagi untuk bersiap-siap pergi ke Banten Selatan. Pukul 06.15, beliau telah rapi dan siap untuk berangkat menjemput murid tercintanya di sekolah. Ia menjemput seorang gadis kecil yang bernama Anita Rahayu. Anita Rahayu dengan seragam merah putihnya pun tampak sudah siap untuk pergi bersama gurunya tersebut.
Pagi itu, mereka bukan pergi untuk jalan-jalan. Mereka akan ke Banten Selatan, tepatnya di SD Bayah Barat II untuk mengikuti suatu ajang Olimpiade Sains Kuark (OSK). Anita Rahayu terdafatar sebagai peserta OSK untuk level 3.
Jarak yang harus mereka tempuh dari SDN 1 Cisarap ke tempat penyelenggaraan OSK tidaklah dekat. Mereka membutuhkan waktu kira-kira 1 jam untuk sampai ke lokasi. Di perjalanan guru dan murid ini terlihat asyik berbincang. Anita Rahayu dengan nada polosnya bercerita kepada gurunya bahwa ia terus-terusan belajar untuk mempersiapkan OSK.
“Bapak, tadi selesai salat Subuh, saya belajar. Terus, semalam dari mulai Isya nyampe jam 10 saya juga belajar. Terus kemarin saya habiskan waktu buat membaca buku-buku sains,” ujar Anita Rahayu dengan nada semangat.
Gurunya pun tersenyum bangga.
“Hebat. Bapak percaya... karena kamu anak yang rajin. Bapak yakin kami punya keinginan yang kuat untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Tapi, apa yang mendasari semua itu?” ujar gurunya dengan nada penasaran.
“Bapak, sekemampuan saya, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Itu karena saya ingin. Saya dari pelosok BISA!”
Guru iu hanya terdiam. Sekejap terukir senyum simpul di wajahnya. Ia begitu bangga dengan siswanya. Ia kagum dengan tekad siswanya yang luar biasa.
*Tulisan ini bersumber dari cerita Bapak Bahri Saputra yang dikirim melalui Facebook Kuark
|
|
Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 14:03 |
|
|
Belajar dan Bermain Sains melalui OSK |
|
|
|
|
Written by Komikuark Admin
|
|
Wednesday, 22 February 2012 11:45 |
|
Pagi itu, Sabtu, 18 Februari 2012, Kampus Prasetya Mulya tampak berbeda dengan hari-hari biasanya. Anak-anak berseragam merah putih ataupun seragam khas sekolahnya terlihat lalu lalang ditemani oleh para pendampingnya. Ada yang datang bersama orangtuanya, ada yang didampingi oleh gurunya, bahkan ada pula yang datang bersama rombongan dari sekolahnya. Wajah antusias dan semangat menghiasi wajah mereka pagi itu. Namun tak jarang beberapa anak memperlihatkan paras tegang dan groginya.
Pagi itu memang tampak berbeda karena di Prasetya Mulya akan diselenggarakan ajang Olimpiade Sains Kuark (OSK). Ada 1000 anak lebih yang terdaftar akan mengikuti ujian OSK di tempat tersebut. Sejak pukul 06.30 WIB, para peserta dan pendamping sudah mulai berdatangan. Beberapa orangtua pun sibuk mencari papan informasi untuk melihat nomer ruangan anak mereka. Beberapa pendamping peserta lain yang sudah mengetahui nomer ruangan melalui website lantas langsung mengantar para peserta menuju gedung pelaksanaan OSK untuk registrasi di dalam ruangan.
Waktu kini menunjukkan pukul 08.30 WIB. Suara lengkingan peluit pun terdengar serentak dari setiap lantai di gedung pelaksanaan ujian OSK. Para peserta mulai asyik berkutat dengan lembaran-lembaran soal. Waktu satu setengah jam pun tampaknya tak terasa. Dengan cepatnya, waktu telah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Mereka pun harus mengumpulkan Lembar Jawaban Komputer mereka kepada kakak-kakak pengawas.
Ketika para peserta sedang asyik mengerjakan soal OSK, para orangtua pun tak kalah asyiknya mengisi waktu luang mereka karena menunggu anak-anak. Di tempat tersebut juga diadakan seminar orangtua yang bertemakan “Keluarga Cerdas Anak Cerdas”. Seminar ini dihadiri juga oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D, dan Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegroro. Ketika mulai masuk sesi tanya jawab, para orangtua begitu antusias untuk bertanya. Setelah seminar selesai pun, para peserta seminar langsung berhamburan mendekati para pembicara.
Setelah selesai mengerjakan ujian OSK, mereka lantas tak langsung pulang ke rumah. Di Prasetya Mulya telah tersedia beberapa aktivitas permainan yang disediakan oleh Brands bekerjasama dengan Kuark yang bertema “Wahana Bermain Brands”. Mereka bukan hanya disediakan permainan yang edukatif, melainkan juga terdapat banyak hadiah yang dapat mereka bawa pulang setelah ikut bermain. Beberapa permainan edukatif tersebut adalah ballon race, menyusun puzle, membangun piramida, bermain ular tangga, dan magnet rally.
Para peserta pun tampak antusias untuk ikut bermain. Binar-binar semangat mereka terpancar dari bahas tubuhnya. Beberapa hadiah memang disediakan untuk mereka yang berhasil mengumpulkan stamp dari setiap permainan. Ada pulpen, agenda, mug, tas sekolah, flash disk, hingga sepeda yang bisa mereka bawa pulang.
Bukan hanya asyik bermain dengan permainan yang edukatif, mereka ternyata juga asyik menonton pertunjukkan sulap sains. Sains spektakuler pun ditampilkan di atas panggung untuk menunjukkan bahwa sains sebenarnya adalah sesuatu yang menarik, mengasyikan, dan menyenangkan. Para peserta pun pulang hari itu dengan wajah yang riang. Mereka datang bukan hanya untuk belajar, melainkan juga mereka terhibur dengan permainan-permainan edukatif yang menyenangkan.
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 24 |